Monthly Archives: July 2013


Astuti Sajak. Tuti, anak Enrekang yang khas dengan tahi lalat di pipi sebelah kirinya, berkuliah di Makassar.  Banyak kenangan absurd bersama anak ini. Kenal tuti sudah lama, sejak tahun 4 tahun yang lalu, dia salah satu teman kuliah. Tapi di awal tahun, “keaslian” Tuti masih tertutupi, segala sikapnya menunjukkan dia tidak berbeda dari teman yang lain. Dia baik, plegmatis, lembut, kalem. Dua tahun kemudian, setelah mulai mengenal lebih dekat. Ditemukanlah “jiwa” asli dari diri Tuti. Absurd, sanguine, cerewet, iseng, lucu. Ada saja tingkah lakunya selalu membuat kami tertawa. Berbicara saja sudah lucu, dengan logatnya yang “Enrekang” banget, dia berhasil meninggalkan berbagai jejak yang kurindukan.

Enrekang, merupakan suatu kabupaten di Sulawesi selatan, terletak sebelum toraja jika kita start dari Makassar. Butuh waktu kurang lebih 4-5 jam dengan melewati berbagai jalan “ular” yang sedikit mengerikan.  Kabupaten Enrekang + 85 % dari  seluruh luas wilayah dikelilingi oleh gunung dan bukit. Sesuai namanya, Enrekang dalam bahasa Bugis berarti daerah pegunungan..

Salah satu yang khas dari enrekang adalah logat yang berbeda. Ketika berada di Asrama Enrekang, yang saya rasakan adalah berada di Planet lain. Percakapan mereka tidak dapat ku pahami, pun tidak dapat kutranslate dengan bantuan google. Logatnya khas. Salah satu yang khas adalah dalam pengucapan huruf ‘e’. Apapun katanya, semua yang terdapat unsur huruf ‘e’ ini disebut dengan penyebutan ‘e’ taling, seperti penyebutan dalam kata ‘ember’ atau ‘bebek’.  Mereka sepertinya tidak mengenal ‘e’ pepet, penyebutan huruf ‘e’ seperti dalam kata ‘emas’ atau ‘elang’.

Saya jadi teringat, suatu ketika, si Tuti ini mengajakku untuk mengikuti agenda HUT Masserempulu, ada gerak jalan santai. “Siapa tahu dapat doorprize” begitulah katanya. Minggu pagi itu, saya menjemputnya di asrama dan segera meluncur ke lapangan karebosi yang terletak di tengah kota Makassar. Tapi, karena suatu dan lain hal, kami terlambat tiba di Karebosi. Setibanya di sana, Matahari mulai tinggi, saya pun berasumsi, acara mungkin sudah berakhir.

Kami pun memasuki lapangan yang luas itu. Berhenti sejenak, mengamati lapangan. Dari tiga sisi yang berbeda, terdapat tiga kelompok yang melakukan hal yang sama. Gerak Jalan Santai. Yang membedakan mereka adalah seragamnya. Di sebelah utara, gerombolan peserta gerak jalan memakai seragam warna jingga, di sebelah timur berwarna putih, dan di sebelah barat berwarna ungu.

“Tuti, yang mana acaranya Enrekang ini tuti?” melihat jarak ketiganya saling berjauhan, sayang jika harus membuang seluruh energy tubuh untuk mendatangi ketiganya

“Ndak saya tau juga nu. Coba saja kita jalan dekati dulu.” Kami pun jalan ke tengah, mendekatkan diri untuk melihat lebih jelas. Suara mulai terdengar ramai, masing-masing berlomba-lomba menunjukkan acara siapa yang paling seru.

Beberapa saat kemudian,

“Tutii,, sepertinya yang warna ungu deh . “
“Loh kok tahu Nu?”
“Diem dulu, denger baik-baik MC –nya bicara “

Hening sejenak, kemudian terdengarlah suara MC dari kawanan berbaju ungu.

Yah.. pegang tiket doorprize kalian, akan diundi lagi 2 tiket berhadiah  TE-VE dan DE-VE-DE ..”

Haha.

Ketika pengucapan huruf ‘e’taling  menjadi tanda.  Semuanya dengan mudah ditemukan.

Hari ini, 27 July, adalah hari kelahirannya, 2 tahun terakhir saya dan beberapa teman kampus berhasil memberikan surprise untuknya. Tapi tahun ini, kami tidak sekota lagi, dia lagi dipingit menunggu waktu berbahagia mengakhiri masa remaja dan bergabung di masa yang disebut sebagai ‘Ibu’.

Dua tahun yang lalu, di hari yang sama, ketika sedang mengikuti KKN-Profesi, Tuti merupakan salah satu teman KKN, bersama sahabat yang lainnya, Mia,Widy, Fince, Jannah, Nona,dan Wasti. Kami mau ingin membuat surprise yang ‘romantis nan ekonomis’ untuk Tuti. Ditengah keterbatasan kami, akhirnya ide menuliskan nama dari lilin pun muncul.

Malam itu, tepat jam 12 malam, tuti yang sekamar dengan widy dan mia sudah terlelap. Saya, Fince, Jannah, dan Wasti sibuk dalam diam merencanakan semuanya. Mulai dari mempersiapkan cake ala kami, tumpukan roti dengan hiasan coklat choki-choki dan mencari banyak lilin. Karena keterbatasan ruang gerak. Susah mencari lilin untuk kue ulang tahun, Alhasil lilin yang kami temukan adalah lilin merah untuk dupa.  Dengan gesit, semua kami kerjakan dalam keheningan. Menjaga suasana agar tuti tidak terbangun.

Lilin sudah dinyalakan, kami sudah bersembunyi dibalik pintu, giliran widi yang bergerak. Membangunkan tuti  untuk menemaninya ke WC. Berhasil. Tuti pun bangun.
Krek. Pintupun terbuka…

“Widii.. Apa itu? kenapa ada lilin? Ada dukun santetkah disini?”

SURRPRISEE!! HAPPY BIRTHDAAY TUTI”

Kami pun keluar dari persembunyian. Memberikan pelukan hangat persahabatan. Berhasil membuat tuti menangis terharu, meskipun hal yang romantis dilihat horror mengerikan di matanya.

294131_286861991325468_1022046361_n

Itu dua tahun yang lalu, satu tahun yang lalu. Tuti berulang tahun di bulan Ramadhan, seperti hari ini, kami masih berpuasa . Tahun lalu, masih dalam kota yang sama. Saya memberikan surprise yang kedua kalinya. Kali ini bersama sahabat dekat, Wawan.

Malam itu, kebetulan wawan dirumah sedang membuat kue samosa, kue arab jualan kami. Sementara buat adonan kulit. Lagi-lagi, ide kreatif pun muncul, kami pun membuat kue dari adonan samosa dengan membentuk huruf “HB 2TI” .

Menjelang sahur, kami segera ke asramanya tuti, saat itu dia sedang masak, dari belakang, wawan muncul secara tiba-tiba dan berhasil membuatnya berteriak yang dapat memecahkan gelas..

Kaget, Haru, Shock tergambar jelas di wajahnya. Kali ini Tuti mengira kami adalah seorang pencuri.

Cukup sederhana, tapi aura-aura bahagia dimana-mana.
Tidak ada kue cake, tapi kue buatan kami yang dibuat penuh cinta.
Dan hari itu, Kami sahur bertiga di asramanya tuti .

523989_3093486635442_1103510858_n

544868_2559381843156_1500833349_n

Well, tahun  ini , sepertinya tidak bisa memberikan surprise-surprise untuknya. Masih  banyak cerita yang membekas dalam kenangan. Memori yang masih terekam jelas dalam otak. Berenang bareng, belanja bareng, hunting baju bareng, makan Mcflurry bareng ,  jalan-jalan ke sidrap, berkelana tanpa arah di Bone, nonton film horror, belajar masak, bagi-bagi salak, rebutan bawang merahnya tuti sama wawan, belajar ice skating, celetuk-celetuknya yang selalu okkots (salah), penelitian padi-padian, objek “bully“-an paling asyik, tempat nitip motor, dan masih banyak cerita yang ingin diulangi kembali. Mengenang segala ke-absurd-an nya cukup dapat membuat ku tertawa sendiri. Bahagia juga punya temen aneh sepertimu Tuti, Haha..

Met milad Tuti, Barakallah fi umurik, semakin berkurang umur dibumi, semoga, semoga, semoga yang terbaik untukmu. Semoga pernikahan dengan si Abang, berjalan lancar jaya,, Amin ..

HAPPY BIRTHDAY  :’)

557755_10150970554108991_1272533041_n


#FF [5] : Berdialog dengan-Nya

Cuaca sedang cerah hari ini. Langit terang, sinar matahari pun tak panas, terhampar luas awan cirrus yang berlapis lapis tipis seperti bulu-bulu serat sutra halus. Sepertinya hujan tidak akan turun hari ini. Uap air sudah membeku menjadi kristal es yang sangat jauh dari bumi, lebih 8000 km. Bumi sedang bahagia,  […]


Ada yang spesial hari ini, di Arab Saudi, tgl 9 Juli 2013 M bertepatan dengan 1 Ramadhan 1434 H.  Seluruh umat Muslim sedang berbahagia tiada tara menyambut bulan penuh berkah ini.  Di Indonesia sendiri, meskipun berbeda-beda tanggal puasa Ramadhan, seluruh umat Islam setanah air turut menyambut berbahagia atas kedatangan bulan yang sangat di rindukan ini. Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, dimana Malaikat semua turun ke Bumi, dan syeitan dibelenggu di neraka. Alam pun seakan berpartisipasi menyambut datangnya Ramadhan, sudah 2-3 hari ini kota tempat tinggal saya saat ini diguyur hujan, hujan berkah. Tumbuh-tumbuhan pun bersuka cita, asupan air mereka terpenuhi.  Bukan hanya itu, Mall pun ramai dengan berbagai penawaran potongan harga. satu kata yang mampu membuat mata shopaholic berbinar-binar, “Diskon”. Dan, Bahagialah semuanya.

Tapi selain itu, ada yang lebih spesial dari segalanya.  Hari ini tepat ibuku tercinta umur masehinya bertambah. Genap setengah abad seorang wanita yang saya panggil Ummi hidup di dunia. Ummi, seorang ummi terhebat, tertegar, tercantik, terenak masakannya sepanjang masa !

Ummi, setelah 23 tahun , saya baru tahu segala masa kecil, masa remaja, dan berbagai cerita kehidupan Ummi. Keras kehidupan.. dan kisah itulah yang menginspirasikan ku untuk tidak manja dengan buaian kehidupan.

Kata para tante dan para nenek, Ummi ku adalah orang terbaik sepanjang masa. orang paling loyal yang pernah ada.. dan itu terbukti, ketika beliau datang berkunjung dalam waktu singkat ke kampung halaman. Selalu. dengan senang hati dan berbahagia membagikan berbagai hal kepada orang lain. Selalu berbagi. Pergi  kunjungan keluarga dalam keadaan badan penuh perhiasan serta accessorize , dan pulang tinggal dengan pakaian yang ada di badannya….  dan Itu mengajarkanku untuk tidak pelit, sombong, dan tetap terus berbagi serta berbuat baik terhadap sesama.

Ummi yang selalu tampak bersabar, bersyukur, serta berbahagia dan bersahaja, di balik segala masalah dan berbagai kegalauan hati… dan itulah yang membuatku terus melakukan hal yang sama. Berbahagia dalam keadaan apapun.

Ummi yang amat sangat pintar menjahit serta memasak. Cukup bangga selalu ku gunakan segala baju dan gaunku yang merupakan karya dari tangannya yang gemetar.  Masakannya? tidak perlu ditanyakan. telur dadarpun menjadi sangat enak jika diolah olehnya. Ah… Masakan yang tiada duanya …

Ummi yang selalu menyebut namaku dalam do’anya, ummi yang selalu mengingatkanku dalam berbagai hal. Ummi yang tanpa dia katakan, aku bisa merasakan kalau beliau merindukan semua anak-anaknya.. Ummi yang terhebat sepanjang masa!

Ummi yang “ternyata” mengikuti perkembangan kami, anak-anaknya yang jauh dari jangkauannya, Ummi yang menyayangi dengan caranya. Ummi yang sangat sabar mengatasi uud dan baba. Ummi yang menjadi sosok istri yang sangat luar biasa. Ummi yang ternyata juga ketika masa remajanya juga menyukai bersepeda. Ummi yang lebih menyukai dokumentasi video dari pada foto karena bisa didengar suaranya. Ummi yang sangat menginspirasikan. Ummi terkeren yang pernah ada.

Dan detik ini, seperti sebuah rekaman film lama. Gambar diriku kembali terputar dalam kenangan. dan tentu saja, sepertinya hormon oksitosin diproduksi sempurna oleh hipotalamus, sehingga mengingatkanku akan masa kecil. Masa kecil yang berbahagia.

Tak ada kue ulang tahun, tak ada bunga maupun kado. Hati ingin memberikan kejutan singkat yang bisa membuatnya tersenyum kecil, tapi sepertinya keadaan saat ini tidak bersahabat. kami di pisahkan oleh alam berribu-ribu kilometer dengannya. Kalaupun ada, hal itu tidak dapat membalas segala jasa dari nya.

Ummi,  Selamat ulang tahun, Barakallah fii umuriik, Segala do’a ku lantunkan kepada-Nya. InsyaAllah, masih diberi kesempatan untuk bertemu dan memberikan berbagai kabar gembira untukmu, Karena segala yang kulakukan, demi senyuman mereka. I love you so much! Ummi :’)

Untitled-1