Monthly Archives: August 2015


Rasa takut

Bandara, tempat sebuah pertemuan atau perpisahan terjadi. Tempat sebuah tangis haru atau bahagia tercipta. Tempat sebuah pelukan pertama atau terakhir untuk orang-orang terkasih. Ini kali pertamanya ku ditinggalkan mereka. Umurku masih 15 tahun dan sangat membenci pintu keberangkatan.  Pintu kaca pemisah jalan. Mereka akan terbang. Dan ku tetap disini. Setelah […]


Bahagia

Bandara, tempat sebuah pertemuan atau perpisahan terjadi. Tempat sebuah tangis atau bahagia tercipta. Tempat sebuah pelukan pertama atau terakhir untuk orang-orang terkasih. Apa yang paling membahagiakanmu? Ketika keluarga lengkap berkumpul. Ketika mendengar tawa lepas mereka secara langsung. Ketika melihat wajah wajah yang berbahagia. Terakhir kejadian itu sekitar dua tahun yang […]


Keluarga 2

Bandara, tempat sebuah pertemuan atau perpisahan terjadi. Tempat sebuah tangis atau bahagia tercipta. Tempat sebuah pelukan pertama atau terakhir untuk orang-orang terkasih.   Aku duduk terdiam, ini kali kedua ku duduk disini. Diruang tunggu ini. Ku menatap kedua orang tua dan saudara-saudaraku. Bandara ini didesain sedemikian rupa. Aku diruang tunggu, […]


#BatuSekam : Andi Nasser Otto, Lelaki yang punya banyak kata.

“Sejak pulang dari Kahayya jadi gampang lapar, entah terbawa jadwal makan disana atau berdosa sama ketua Antebas” Sebuah kalimat lewat di timeline twitter, dari akun bernama @matamatahari_ . Biasanya akun ini menulis kalimat-kalimat puitis dengan berbagai pilihan diksi kata.  Yang dapat menyetuh hati siapapun, yang dapat mewakili perasaan siapapun. Mungkin […]


#BatuSekam : Muhammad Zia Ul Haq, bukan Jendral Pakistan. 4

“Bagaimana blogta? Ada tulisan baru hari ini?” Semenjak rajin blogging, pertanyaan pun bertambah. Dialah Muhammad Zia Ul-Haq, nama yg mirip dengan salah satu petinggi militer yang shaleh dari jajaran jendral Pakistan, tapi dilingkungannya ia lebih dikenal dengan nama Ian. Ian, teman segalanya yang selalu ada sejak setahun belakangan ini. Seorang […]


Heii … 2

Tentang tugas kelas menulis Kepo  yang terdiri dari 14 kata : hijab, potret, keluarga, tenggelam, awan, hijau, muktamar, psikologi, gender, lapuk , ideology, kabel, sublim, dan filsuf. *** Hei, tubuhmu baik-baik saja? Dalam waktu yang cukup lama tenagamu habis berkegiatan. Menyusuri kota, mengantar tamu-tamu penting demi menghadiri muktamar besar.  Aku […]