#CeritaUUD [7] : Cita-cita nya …


Susan susan susan
Besok gede mau jadi apa
Aku kepingin pinter
Biar jadi dokter

Kalau kalau benar
Jadi dokter kamu mau apa
Mau suntik orang lewat
Jus jus jus

Ria : Lho kalau nggak sakit kenapa disuntik?
Susan : Biar obatnya laku

Susan susan susan
Cita-citamu apa lagi
Aku kepingin jujur
Biar jadi insinyur

Kalau kalau benar
Jadi insinyur mau apa
Mau bangun gedung bertingkat
Jadi kon melorot oh
Konme kon melarat
Konglomerat

 —

Masih teringat lagu masa kecil yang isinya jelas mengajarkan tentang Cita-cita, Impian. Lagu ini sempat menghipnotis diriku untuk bisa jadi dokter, hahaha, tapi ternyata Allah SWT menakdirkan hal lain untukku. Setiap orang memiliki cita-cita, memiliki impian. Impian, sebagai tujuan hidup yang akan dicapai. Seseorang pernah bicara padaku, katanya, orang yang tidak memiliki impian itu hidup seperti robot. Bergerak kesana-kemari karena terjebak dalam rutinitas, yang membuat kualitas hidup tidak ikut bergerak, jalan ditempat. Hidup apa adanya, ngalir seperti air mengalir. Padahal, hanya ikan matilah yang hanyut dalam air mengalir. Kurang lebih seperti itu.

Suatu ketika, saya pernah bertanya kepada seorang adik kecil, berumur sekitar 4 tahun. Lala namanya. Lala, adik kecil yang ceria dan cerewet menggemaskan,tapi memilki kehidupan yang tidak seceria dirinya. Di umur 1 tahun, ibunya meninggal dunia. Cukup membuat hati miris.

Saya : Lala, lala kalau besar mau jadi apa ?
Lala : kakak nunu, kalau lala besar, lala mau jadi astronot.
Saya : Astronot? kok jadi astronaut?
Lala : iya, supaya bisa keluar dari bumi .
Saya : Loh kok mau keluar dari Bumi?
Lala : Iya, Siapa tau bisa ketemu sama Mama.

Jessss…. anak kecil polos itu langsung ku peluk. tak terbayangkan jawaban itu keluar dari mulutnya. Tak terasa air mataku pun jatuh.

Itu cerita tentang Lala, lain lagi dengan adik bungsuku, yah si Uud, adik tercerdas, terkreative sepanjang masa. Banyak cerita tentang adikku ini, yah, disaat-saat saya merindukan dia, tulis saja satu cerita tentang uud, haha..

Setelah 3 tahun berpisah, saya bertemu lagi dengannya, saat itu dia berumur 5 tahun. Suatu ketika, dalam perjalanan di mobil, saya pun bercerita dengannya.

Saya : uud, kalau besar nanti mau jadi apaan?
Uud : mau jadi saintis kak (dengan sebuah anggukan yang tegas)
Saya : ooh Saintis, wah hebat donk,, 
Uud : Iya, saintis yang basmi-basmi virus gitu..
Saya : waw keren tuh.
Uud : Iya.. yang kayak basmi virus komputer gitu deh ..
Saya : Heh?!

Cita-cita yang aneh. Jadi sebenarnya dia mau jadi apa? haha. Beberapa tahun kemudian,saya menceritakan kejadian ini ke adikku, Huda, yang juga sudah kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar. Ternyata, Huda juga mempunyai cerita versi lain tentang cita-citanya uud.

uud ketika umur 4 tahun.

Huda: Uud, kalo gede mau jadi apa?
Uud  : Presiden !

Waw, mimpi yang hebat.

Beberapa tahun kemudian, Pertanyaannya diulangi sekali lagi.

Huda : Uud, kalo gede mau jadi apa?
Uud : Jadi ilmuwan, biar bisa buat kantong ajaib, kayak kantong doraemon.
Huda : Loh kok kantong Doraemon?
Uud : Iya, kantong ajaib, jadi kalau mau mengambil barang-barang bisa mengambil lewat kantong itu. Jadi, kalau disuruh-suruh sama Ummi, uud ngambil barangnya lewat kantong itu.
Huda : *mengangguk-angguk*

Beberapa tahun kemudian , Uud mulai besar, sudah SD. Pertanyaannya di ulangi lagi.

Huda : Uud, Kalo gede mau jadi apa? Masih tetep mau buat kantong doraemon?
Uud : Engga, uud mau jadi pembuat robot.
Huda : hah? buat robot? kok ?
Uud : Iyaa, robot yang bisa disuruh-suruh gitu, jadi kalau disuruh ngapa-ngapain sama ummi, uud suruh robot nya aja yang gerak, jadi main game nya tidak terganggu.
Huda : *menggeleng-geleng*


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *