#FF [17] : Perihal menikah 16


Tentang sebuah masa, yang lalu jadi kenangan, yang akan datang jadilah harapan. Dan saat ini, kita mengenang dan berharap.

Azan subuh sudah terdengar. Mata masih menatap layar, berganti dari layar laptop ke layar android. Sejak semalam masih bergelut dengan segala hal yang berhubungan profil lipid, malonialdehide, dislipidemia, hiperlipidemia, mencit, tikus, dan semacamnya. Segala tentang kejadian tubuh. Yah, tugas dari kelas Fisiologi, Biomedik, materinya pastilah seputar kesehatan dan fisiologis tubuh, bukan desain grafis.

Rehat dari kumpulan kata-kata tersebut, saya menghubungi Dini dan Ayu, dua teman dalam kelas Fisiologi atau Faal. Sekedar ingin menyapa, bertanya kabar tentang tugas mereka. Kami senasib, mahasiswi Biologi yang terdampar di antara mahasiswi Keperawatan dan Fisioterapi. Sebelumnya lebih banyak bergelut di botani, mikrobiologi, zoology, bahkan lingkungan, bukan manusia. Sehingga kami harus belajar ekstra untuk sejajar dengan mereka.

Satu kalimat yang sama saya kirimkan ke Dini dan Ayu : “Hey, baru bangun atau belum tidur?”

Jemari pun lancar mengetik, percakapan berlanjut, berawal dari seputar tugas lalu berlanjut cerita absurd tentang masa lalu  dan harapan untuk masa depan.

Dengan Dini, perut saya terkocok sempurna. Keadaan dari tugas kami sama. Sama-sama masih jauh dari kata selesai. Kami pun sharing materi, judul dari tugas kami hampir sama. Saya segera meminta alamat email dini. Email diberikan, dan sayapun terbahak.

“Din! Nama lengkapmu Dini kan? Ini saya tidak salah email? Emailmu nurzabrina@****** Din? Nurzabrina siapa? Kamu?”

“Iya, nama alay-ku zaman SMP itu Nu. Entahlah, saat itu saya menyukai kata Sabrina, seperti nama sebuah boneka Barbie. Supaya lebih cantik terdengar, saya berikan huruf Z di awal kata. Lalu saya tambahkan Nur yang berartikan cahaya. Haha”

“Nama alay-mu masih bagus Dini: Nur Zabrina. Entah nyambungnya dari mana dengan Dini. Saya, nama alay-ku dulu adalah Nyunyu, seolah-olah itu kata yang paling unyu, lebih ababil, penyebutannya harus dengan mulut dimonyongkan ke depan. NyuuuNyuuuu. Email saya dulu nyunyu230590@yahoo.com, sekalian menginformasikan pada dunia, siapa tahu ada yang mau membelikan kado di tanggal lahirku.  Dianggap Ababil pada masa kini, tapi indah pada masa itu. Haha“

Pembicaraan berikutnya seputar kisah-kisah seru di masa kecil. Banyak cerita membahagiakan, tentang buku diary, tentang mainan tamagochi, tentang kisah cinta monyet yang pernah dialami. Kenangan yang indah bukan?!

Lain dengan Ayu, percakapan mengenai hati dan calon suami. Beginilah nasib wanita 25 tahun. Pembicaraan sudah setahap lebih serius, tentang calon suami, calon istri, teman yang berkeluarga, teman yang sudah punya anak, undangan pernikahan, baju seragam dan undangan pernikahan lagi. Yah.. Memang sudah waktunya untuk menuju fase berikutnya dalam kehidupan.

“Sepertinya salah satu dari genk kita akan menikah tahun ini.“ Ayu memulai.

Di masa SMA, saya memiliki teman genk yang dikenal dengan V-ANT. Entah siapa yang memberikan nama genk ini, yang merupakan gabungan dari huruf awal nama panggilan kami; Vivi, Ayu, Nunu, Tata. Masa-masa yang indah, demi kekompakan antara sahabat, kami sampai membuat kalung yang terukir nama genk kami, bentuknya bulat, tapi terpecah menjadi 4 (empat) bagian. Yang ketika disatukan, akan menjadi sebuah lingkaran yang sempurna. Ah. Kalung yang sangat berarti pada masa itu.

“Iya? Siapa? Vivi? Alhamdulilllah, dengan siapa?“

Abaikan tugas, informasi ini lebih penting. Dua hal terjadi dalam hati, kebahagiaan yang turut kami rasakan dan kegalauan hati tentang masa depan. “Yu, akan tiba saatnya, seorang yang kita inginkan mengucapkan dengan jelas nama di depan orang tua kita, saat kita menjadi halal dengan orang yang kita inginkan, mungkin belum tahun ini, jangan terburu-buru, menikah bukan perihal perlombaan. Berikan terus support untuknya yang terus berjuang memperbaiki kehidupan, dari sekarang mereka sudah berusaha untuk memberikan kita kehidupan yang terbaik nanti. Teruslah berdo’a, dan do’akan saya juga yah Ayu!”

Dua masa dalam satu waktu. Masa lalu membuat saya bahagia, masa depan membuat kami terus berharap.

 


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 thoughts on “#FF [17] : Perihal menikah