Heii … 2


Tentang tugas kelas menulis Kepo  yang terdiri dari 14 kata : hijab, potret, keluarga, tenggelam, awan, hijau, muktamar, psikologi, gender, lapuk , ideology, kabel, sublim, dan filsuf.

***

Hei, tubuhmu baik-baik saja?
Dalam waktu yang cukup lama tenagamu habis berkegiatan. Menyusuri kota, mengantar tamu-tamu penting demi menghadiri muktamar besar.  Aku juga baru tiba saja di tempat ini, telingaku masih berdengung efek tekanan ketika lepas landas tadi, Oklusi Tuba namanya. Ingin segera mengabarimu, tapi kabel penghubung telepon genggam dengan powerbank-ku tercecer di dalam pesawat. Sudah kubongkar tas hijau milikku. Tapi aku tidak mendapatkannya.

Hei, bagaimana rencana perjalananmu nanti?
Cuaca kali ini lagi indah-indahnya. Siang hari langit biru cerah dengan awan cirrus bergaris-garis halus menghiasi langit. Ketika senja tiba, langit akan bergradiasi indah, biru hingga jingga kemerahan. Perlahan matahari tenggelam pada batas biru terjauh dalam pandangan mata. Tidak butuh waktu lama, dalam hitungan detik, matahari bertukar dengan bulan.
Malam pun demikian, bintang akan ramai. Waktu yang tepat untuk liburan. Bulan sedang purnama. Bulat sempurna berwarna kuning jeruk. Warnanya adem. Langit pun bersahabat, menampakkan titik-titik bintang yang kelap kelip. Gambaran alam yang sublim.

Kapan terakhir kita membentangkan hammock? mendirikan tenda di tepi pantai? Atau berenang menikmati terumbu karang hiasan Maha Pencipta?

Hei, banyak yang ingin segera kuceritakan kepadamu!
Berapa lama kita tidak bertemu? Sepertinya sangat banyak bahan ceritaku. Tentang perjalananku di pulau sebelah. Tentang pertemuanku dengan seorang lelaki yang memiliki kelainan psikologi, ingin merubah gender menjadi perempuan. Tentang sebuah ideologi mengenai maraknya volunteering saat ini.  Tentang kadal terbang yang kutemui di kayu lapuk ketika piknik di alam kemarin. Dan tentang perutku yang selalu lapar.

Hei, bagaimana denganmu?
Tidak perlu bercerita seperti filsuf besar dari segala zaman. Ceritakan saja kejadian hari-harimu. Cerita sederhana saja. Telingaku siap mendengarkan semua kisahmu.

Hei, kapan kita bisa bertemu?
Adakah waktu luangmu? untuk makan batagor dan es buah segar di pinggir jalan. Atau makan malam dengan menu nasi goreng di tempat yang sama seperti setahun yang lalu? Atau kapurung dengan perkedel jagung yang gurih? Atau sekadar menemaniku pergi membeli yakult di warung terjauh.

Hei..
Aku masih di bandara, baru saja keluar melewati pintu kaca. Semburat merah terlihat di langit. Beberapa orang berjalan melintasiku, pandanganku tertuju pada anak perempuan kecil dengan hijab kebesaran yang berjalan bahagia. “Allahu Akbar-Allau Akbar!”  ia bergumam mengikuti Adzan.  Tangan kanan dan kirinya digenggam erat oleh kedua orang tuanya. Sebuah potret keluarga islami yang berbahagia.

Hei, mereka bahagia yah 🙂


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Heii …

    • Nunu Asrul Post author

      terima kasih kak afaath.. ini tugas ribet juga.. sampe berapa kali diganti tema tulisan supaya semuanya nyambung hahah