#BatuSekam : Muhammad Zia Ul Haq, bukan Jendral Pakistan. 4


“Bagaimana blogta? Ada tulisan baru hari ini?” Semenjak rajin blogging, pertanyaan pun bertambah.

Dialah Muhammad Zia Ul-Haq, nama yg mirip dengan salah satu petinggi militer yang shaleh dari jajaran jendral Pakistan, tapi dilingkungannya ia lebih dikenal dengan nama Ian. Ian, teman segalanya yang selalu ada sejak setahun belakangan ini. Seorang yang entah memang mau mendengar atau terpaksa mendengar segala ceritaku, mulai dari hal-hal sederhana seperti sandal cantikku yang rusak, atau berbagai kegagal-fokusanku yang terjadi, hingga diskusi-diskusi ringan mengenai fenomena di sekitar kita.

Selain kesabarannya dalam mendengarkan, sebenarnya dia juga termasuk tipikal orang yang selalu berbicara. Sebanyak-banyaknya ceritaku, lebih banyak –lebih berisi– ceritanya. Ian sangat peka dengan lingkungan sekitarnya, kesehariannya yang terus membaca berita terbaru di dunia maya membuat otaknya selalu terisi. Ian selalu bercerita.

Selain menyelesaikan studi magisternya di Pascasarjana UNM. Sehari-hari Ian banyak menghabiskan waktu di Universitas Muhammadiyah. Posisinya sebagai pengajar banyak kelas dan sibuk di KUI (Kantor Urusan International). Office of International Affairs Unismuh merupakan bagian yang membina mahasiswa-mahasiswa asing dalam belajar mengenai Bahasa Indonesia, Seni dan Budaya Indonesia. Unismuh merupakan satu-satunya Universitas di Indonesia Timur yang menjadi provider beasiswa Darmasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN). Mahasiswa asing ini berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Papua Nugini, Thailand, Rusia, Spanyol  atau negara lainnya. Ian selalu sibuk baik dengan mahasiswanya di Jurusan Bahasa Inggris, maupun dengan mahasiswa asingnya.

Sebelum  blognya lahir, Ian selalu menulis status ataupun tweet. Terkadang ia membuat kultwit2 baik mengenai pendidikan, fenomena politik, keagamaan atau apapun. Ia selalu menyampaikan apapun yang diketahuinya. Setelah bergabung dalam Kelas Menulis Kepo, segala pemikirannya tersampaikan dalam www.mzuh.wordpress.com. Lewat media apapun, Ian selalu berbicara.

Screenshot_2015-06-15-17-51-07

Hingga saat ini sudah ada 12 postingan dalam blognya. Ide tulisan sederhana, berasal dari kejadian sehari-hari, yang kemudian diramu dengan banyak data informasi penting. Tak lupa berbagai pasal dari Undang-Undang yang dihubungkan dengan berbagai kejadian yang terjadi. Seperti kejadian beberapa hari yang lalu, dalam perjalanan mengantar saya pulang, ia melihat kondisi rumah-rumah yang sepi tanpa Bendera Merah Putih di Hari Kemerdekaan.  Keesokan harinya, sebuah tulisan dengan Judul : Merah Putih Teruslah Kau Berkibar!, muncul di timeline. Bukan hanya itu, kepekaannya terlihat dari komunitas yang ia ikuti, 1000Guru Makassar. Sebuah komunitas sosial yang memperhatikan dengan pendidikan pedalaman. Ian selalu peduli.

Gali lagi blognya, akan ditemukan banyak cerita, baik tentang komunitas 1000Guru Makassar, maupun cerita perjalanan. Ian memang senang berkelana, senang melepas penat di alam, senang tiduran di hammock. Bukan sekadar berjalan biasa, setiap tempat yg didatangi, ia amati. Ian juga selalu menyempatkan diri bercerita dengan siapapun yang ditemuinya di kampung orang. Sekadar menambah kenalan atau mengetahui budaya mereka.  Mungkin karena itu, Ian memiliki banyak kenalan di sepanjang Sulawesi Selatan. Terkadang saya memanggilnya dengan sebutan AGLSS – Anak Gaul Lorong Sulawesi Selatan-. Sebut saja satu nama tempat, pasti akan ada orang yang ia kenal. Kalaupun tidak kenal, pasti dia tahu tempat yang dimaksud. Ian selalu mengenal.

Semenjak tergabung dari kelas menulis, kepekaannya meningkat. Ian semakin semangat belajar, semakin rajin bertanya, semakin sering membaca. Sudah berkali-kali Line terabaikan karena sedang membaca atau menulis. Seperti heroin,  Ian kecanduan menulis.Ia memproses semua yang ia lihat, ia tahu dan ia baca lalu dituangkan dalam tulisan.  Ia tertantang dan ingin memperkuat kemampuannya dengan melakukan penelitian. Untuk semua latar belakang, kemampuan menulis merupakan hal penting yang sudah seharusnya terus ditingkatkan. Apalagi dengan karir sebagai dosen /  akademisi, kemampuan menulis adalah nilai plus yang tak terhingga. Ian selalu belajar.

 

Dengan segala kerendahan hatinya, segala kesederhanannya, segala kepeduliaannya, segala keberaniannya, dan segala kemampuannya, Ian selalu belajar, selalu ingin menjadi yang lebih baik.

Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus dengan ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka harus dengan ilmu”.- Imam Syafi’i

 

Tulisan ini sebagai tugas review dalam Kelas Menulis Kepo .#bakusekam


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 thoughts on “#BatuSekam : Muhammad Zia Ul Haq, bukan Jendral Pakistan.