Kamu … Kan! 6


Kamu kan yang pertama “

“Bukan. Kamu duluan. “

“Bukan. Kamu yg lebih dulu. Lalu mengirimkan ku kode”

“Bukan.. Kamu.”

Aku masih bersikeras dalam perdebatan yang sudah kesekian kalinya terjadi. Perihal menentukan siapa yang lebih dulu mulai merasakan kenyamanan. Aku atau Kamu?.  Entahlah. Yang kami tahu, segalanya berjalan secara tiba tiba.Tiba-tiba kamu hadir dalam cerita hidupku. Tiba-tiba kamu selalu ada untukku. Tiba-tiba aku sudah diperkenalkan kepada lingkunganmu. Tiba-tiba saja aku merasa bahagia selalu.

Masih teringat, sehari setelah  kemerdekaan yang lalu. Kamu mengajakku makan malam. Makan di warung nasi goreng terenak katamu.

” Kamu tahu. Warung ini sudah lama. Pemiliknya sudah membeli mobil. Lihatlah mobil itu. Itu miliknya  dan dia tergabung dalam komunitas mobil mobil.”

“Kamu tahu? Rumah yang sebelah sana adalah rumahnya teman kecilku”

“Kamu tahu? Hujan di kota ini akan turun lebih lambat dr kota lain. Mungkin 3 Minggu lagi”

“Kamu tahu? Ketika kita bersuit. Gunting akan menang jika melawan batu. Itu peraturanku. “

“Kamu tahu… “

Kamu, seseorang yang penuh cerita untukku. Cerita yang tidak pernah habis. Entah sumbernya darimana. Yang jelas selalu ada cerita untukku.

“Jadi siapa yang duluan? Kamu kan? Kamu yg menanyakan nya pertama kali padaku. Hahaha ”
Aku tersenyum lebar…  masih yakin akan ingatan. Kalau dia yang pertama menyatakan rasa itu kepadaku.

“Tapi kamu pertama yang selalu memberikan ruang. agar aku selalu bersamamu kan !” Tetap saja. Selalu. Dalam perdebatan kami. kamu tidak mau kalah.

Bayangan belum pudar. Saat itu, setelah menghabiskan nasi goreng enak itu. kami pun terdiam dalam mobil yang terus melaju. Bergerak tanpa arah. Jalan sambil melihat sisi kota yang sudah hafal akan segala bentuk rupanya.

Sebuah lagupun terputar. Sepertinya alam semesta sedang berusaha menyatukan kami. Dengan penuh semangat terdengar suara khas Tompi sedang menyanyikan lagu Aku  jatuh cinta.

Aku tertawa. kamu pun demikian. Tidak butuh beberapa kata untuk menjelaskan semuanya. Biarkan hati yang berbicara. Merasakan kehangatan yang menjalar keseluruh tubuh.

Aku bahagia. Begitupun denganmu.

Aku atau Kamu? Yang jelas kamu sudah menjadi cerita paling indah dalam hidupku.

“Jadi kamu kan yang pertama! ”
“Sepertinya bukan. Tompi lah yang pertama menyatakannya kepadamu Haha”

Terima kasih, Kamu.


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 thoughts on “Kamu … Kan!