Ketika Umurmu 13 Tahun, Apa yang Kamu Lakukan? 3


Ketika umurmu 13 tahun, Apa yang kamu lakukan?

Tepat tanggal 11 April kemarin, adik bungsu saya berulang tahun, umurnya 13 tahun.  Saat ini Uud duduk di bangku kelas 1 SMP. Terakhir bertemu dengannya di akhir tahun 2015. Di pertemuan kala itu, saya menyadari kegemaran Uud yang sudah mulai berubah. Dulu, ketika dia datang ke Makassar pada saat kelas 4 atau 5 SD, dia sangat senang bertanya berbagai macam hal, bercerita tentang apa saja, berimajinasi sesuka dia.

“ Kak Marwah tahu gak? Kalau bulu kucing ditarik sampai putus, apa yang terjadi?”
“ Kak Marwah tahu gak? Kecepatan capung terbangnya bisa 20km/jam, bisa juga lebih cepat.”
“ Kak Marwah kalau dinosaurus masih ada, mau pelihara yang mana?”

Memasuki jenjang SMP, Uud mulai senang dengan kegiatan yang lebih menantang. Belakangan ini senang dengan fotografi, Instagramnya dipenuhi foto-fotonya. Matanya jeli, dia senang motret apa saja. Kalau ada foto yang bagus, dia upload di Instagram, langsung dipamerkan dan meminta kakak-kakaknya untuk segera me-like fotonya. Melihat kemampuannya untuk foto-foto, akhirnya saya ikhlas memberikannya kamera yang dia minta.

“ Kak, jam tangannya keren, simple, Uud suka, boleh minta gak? Tapi kamera yi-cam juga keren sih, di Arab gak tahu ada atau engga, boleh buat Uud saja?” (sebenarnya minta kamera atau jam tangan sih?)

Bukan hanya  motret saja, Uud senang juga dengan video, mengerti tentang membuat video dan minta diajarkan ini-itu. Kemarin ketika saya menelpon, dia sedang mengedit lagu dengan Adobe Audition.  Diantara segala kegemarannya yang baru itu, dia tetap bermain game.

Sebelum pulang ke Riyadh, Uud diajak ke Gramedia oleh kakak saya, disuruh memilih buku secara bebas, untuk dia bawa. Setelah lama berkeliling, dia mengumpulkan 9 buku tentang berbagai macam hal. Sebelum dibayarkan, kakak saya menelpon Ummi, menyampaikan jumlah buku dan total harganya.  Shock mendengar ada 9 buku, Ummi memberi jatah 2 buku saja. Mengingat timbangan barang sudah over, tas bawaannya sudah banyak. Ransel yang dibawa Uud juga sudah berat.”Gak bisa diselipin lagi, nanti saja dikirim satu per satu ke Riyadh”.  Sepulang dari Gramedia, kakak saya bercerita, buku yang dipilihnya tidak ada tentang pelajaran. Buku tentang rumus matematika dia ambil supaya ‘terlihat belajar’.  Sebenarnya dia hanya memilih buku yang lain, tentang javascript. Haha

Picture3

Uud dengan dua buku barunya

Uud dengan kegemarannya pada bidang teknologi sudah nampak, mengingatkan saya pada jenjang SMP dulu. Seperti Uud, saya juga senang bermain PS atau games PC  hingga subuh. Mainannya The Sims, Harvest Moon, South Park Rally, Crash Bandicoot, balapan-balapan, tembak-tembakan, dan sebagainya. Dulu, kelas 1 SMP saya sudah belajar membuat website dengan Microsoft Frontpage. Bersama 3 teman kelas saya, Dita Ardhina dan Febian Nurrahman, kami membuat tanggal setiap 1 Oktober sebagai hari ganti theme bersama. Seingat saya, nama situs saya www.geocities.com/nyunyu90, Haha.. Nyunyu adalah nama alay, yang penyebutannya harus dengan memonyongkan mulut. Nyuunyuuu ~

Kelas 2 SMP, saya membuat film pendek sebagai tugas pelajaran komputer. Film durasi belasan menit itu membuat saya geli sendiri, judulnya Hantu Cantik. Sebenarnya Hantu Cantik ini film horor, tapi entah mengapa saya malah menontonnya sambil terbahak-bahak. Naik kelas selanjutnya, saya semakin menyukai dunia komputer dan segala programnya. Saya sudah mengerti photoshop, edit foto dan sebagainya. Bersama beberapa kawan lainnya, saya memiliki siklus harian tersendiri :  foto-edit-pamer lalu foto lagi-edit lagi-pamer lagi. Saya juga senang mengotak-atik komputer,  bongkar dan rakit kembali. Pernah suatu ketika, saya melihat data komputer yang mulai penuh. Harddisk eksternal belum ramai kala itu, memiliki flashdisk 256 MB sudah canggih, disket-disket masih bertebaran. Saya melihat data C: yang mulai penuh. Iseng-iseng saya buka file systemnya, dan terkaget-kaget melihat banyak data yang tidak saya kenali. Saya tanya kakak saya, katanya, bukan datanya, saya telepon Abi, dia juga tidak tahu data tentang data itu. Berasa seperti superhero. Saya ctrl-A dan tekan delete. Tepat ketika semua terhapus, komputer saya tiba-tiba mati. Saya menyalakan kembali komputernya  dan merasakan dunia berhenti sesaat, shock melihat hanya layar hitam yang ada. Haha

Ketika umurmu 13 tahun, apa yang kamu lakukan?

Beberapa hari kemarin saya iseng bertanya di salah satu grup komunitas melalui grup whatsapp, beberapa saat kemudian, grup itu ramai dengan beragam jawaban tentang masa SMP.

“ Saya kumpukan kertas orji dan kertas binder, yang ada gambar artis atau tokoh kartun favorit. Pada jam istirahat sekolah saya menggosipkan AFI dan tukar-tukaran kaset band-band ternama. Senang main basket, tapi badan saya tidak tinggi-tinggi juga. Ah yah, nonton Meteor garden dan idolakan Westlife ! ” Fathe, salah seorang teman komunitas sekaligus teman kampus, yang hingga ini senang sekali nonton film Korea, mungkin diawali dari film drama ala Meteor garden.

“Kalau saya, zaman SMP dmana saya kenal pramuka, lemkari dan pencak silat. Mainannya pun di alam, berenang di sungai belakang rumah sampai le’leng pui (hitam)” Kak anwar, salah satu teman yang saat ini dikenal sebagai salah satu pendaki gunung yang selalu jadi tempat konsultasi perihal pendakian.

“Dulu mainanta’ waktu SMP sudah disediakan oleh alam. Kalaupun ada yang harus dibeli, tidak mintaki langsung ke orang tua, tapi harus bekerja dulu. Main di alam, kalau lapar, alampun sudah sediakan makanan. Tapi saya heran, kenapa waktu itu beranika lompat dari pohon bakau yang tinggi ke sungai yang mengalir deras. Kalau sekarang nda beranima kayaknya” Kak Amhie, turut bercerita.

“Kalau saya, malah waktu itu meninggalkan kota Makassar sekeluarga, ingin membuka penghidupan lain di Luwuk Banggai. Pakai truk keluarga selama berhari-hari  dan merasakan suramnya konflik Poso, merasakan ketakutan warga di sana akan pertikaian Islam-kristen waktu itu. Saya melihat beberapa mesjid dan gereja yang terbakar, err kenapa horor ki di’” Kak Ammy, salah satu wanita dengan mental terkuat yang pernah saya temui. Saya baru tahu ternyata masa SMPnya berada di lingkungan yang mengerikan.“ Tapi,  banyak ji moment-moment membahagiakan, saya juga tukar-tukaran orji, saya malah yang jual kertas orjinya” Kak Ammy menambahkan. Ah yah, Kak Ammy, hingga saat ini memang selalu berbisnis, sudah memiliki usaha seprei, dan sudah banyak mendatangi negara luar dari kegemarannya akan berbisnis dan berkreasi.

Grup Whatsapp menjadi ribut seharian, banyak yang menceritakan pengalaman masa SMP, ada yang pernah mencat dinding sekolah, dihukum karena kawannya meledakkan petasan dalam kelas, balapan sepeda, main mobil-mobilan yang dirakit sendiri, maik kelereng, main petak umpet, main karet, main asing-asing, main boy, main beragam jenis permainan tradisional.

“Jadi, yang mempengaruhi kondisi kita saat sekarang secara mental sebagian besar dari masa kecil kita …” sebuah kesimpulan dari kak Amhie yang menutupi sesi cerita masa lalu.

Masa SMP masa-masa pertumbuhan secara mental

Satu dua hari setelah bercerita panjang lebar dalam grup Whatsapp itu, saya bertemu dengan salah satu psikolog, Ibu Titin Florentina PS. Psi. Mpsi yang kebetulan guru BK saya pada masa SMA. Dalam pertemuan yang tidak berencana itu, saya bertanya-tanya seputar psikologi anak-anak SMP.

“ Jadi anak SMP itu sudah terhitung remaja, remaja yang ‘baru’ mengenal lingkungannya, remaja yang mengharapkan ‘diterima atau dianggap’ dalam suatu lingkungannya. Mereka baru mencari tahu ‘siapa saya’ dan memiliki rasa penasaran yang tinggi sehingga selalu ingin mencoba hal-hal yang menurutnya baru” Ibu Flo bercerita.

Masa remaja adalah bagian dari fase perkembangan dalam kehidupan seorang individu. Masa yang merupakan periode transisi dari masa anak ke dewasa ini ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial. Remaja, masa yang dalam kehidupan seseorang dimana masyarakat tidak lagi memandang individu sebagai seorang anak, tetapi juga belum diakui sebagai seorang dewasa dengan segala hak dan kewajibannya.

Setiap remaja mengalami pertumbuhan fisik dan seksual dengan cepat. Pikiran difokuskan pada keberadaanya dan pada kelompok sebaya. Remaja berusaha untuk tidak bergantung pada orang lain. Rasa penasaran tinggi, selalu ingin bereksperimen dengan ide, memikirkan apa yang dapat dibuat dengan barang-barang yang ada, mengembangkan wawasan, dan merefleksikan perasaan kepada orang lain.

Ketika remaja bertumbuh pada suatu lingkungan yang salah, akan mengakibatkan mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan negatif. Hal ini terlihat pada anak-anak SMP yang bertindak tidak sesuai norma perilaku, terkadang kelewatan dan akan meresahkan orang lain. Coba saja googling tentang kenakalan remaja di Makassar. Dari beragam portal berita, menunjukkan pelaku begal sebagian besar dari kalangan remaja. Dari www.republika.co.id,  memberitakan kasus-kasus pelaku begal didominasi oleh anak dibawah umur.

Para remaja secara baik secara biologis maupun psikis mulai berkembang, jika tidak dibarengi benteng dari keluarga atau lingkungan. Bisa-bisa terjerumus ke dalam beragam kenakalan remaja. Mereka penasaran dan berani coba-coba tanpa memikirkan salah atau benar. Mereka sebenarnya hanya butuh wadah tempat aktualisasi diri, wadah untuk berekspresi, wadah untuk berkreasi.

Arahkan para remaja kepada hal positif, sibukkan dia dengan hal baru yang lebih bermanfaat, dan batasi pergaulan mereka. Dengan demikian, akan banyak remaja-remaja yang berkualitas.

Jadi, ketika kalian berumur 13 tahun, apa yang kalian lakukan? 


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 thoughts on “Ketika Umurmu 13 Tahun, Apa yang Kamu Lakukan?