Review film : Life of Pi 2


kemarin seseorang diluar sana , melalui media social,  minta di ceritakan tentang Life of Pi, setelah lama tidak menyapa, ternyata Life of Pi menarik perhatiannya, heheh,,,

memang, semenjak Oscars 2013, Oscars dilaksanakan kemarin pada hari Minggu, 24 Februari 2013 bertempat di Dolby Theaters, California Amerika Serikat, Oscar merupakan salah satu ajang penghargaan bergengsi untuk insan perfilman internasional, the 85th Academy Awards yang lebih dikenal dengan the Oscars.

Sinopsisfilm Life of PiSumber : google

Melalui Media, nampak kemarin film garapan Ang Lee, Life Of Pi, berhasil menjadi nominasi di banyak kategori film, film ini merajai Oscar,  Walaupun bukan Best Pictures,  Life of Pi memenangi 4 Penghargaan dari 10 Nominasi. 10 nominasi itu adalah Best Films, Best Director (Winner), Best Adapted Screenplay, Best Cinematography (Winner), Best Film Editing , Best Original Score (Winner), Best Original Song, Best Sound Mixing, Best Visual Effect (Winner), Best Sound Editing. 

Film ini dirilis pada tanggal 21 November 2012, bergenre drama petualang. film ini bercerita tentang seorang pria India yang bernama Pi. Atas rekomendasi paman dari Pi, seorang novelis yang sedang mencari inspirasi menemui Pi. Pi, dengan senang hati, menceritakan kisah hidupnya yang luar biasa.

Cerita dimulai atas awal mula nama Pi, lengkapnya, Piscine Patel, yang diperankan oleh Suraj Sharma (Pi remaja) dan Irrfan Khan (Pi dewasa).   Cerita dari nama Piscine Patel cukup membuat penonton tertawa, berbagai penjelasan tentang nama “Piscine Patel” di sajikan secara humoris. Di sekolahnya, nama “Pi” selalu menjadi bahan tertawaan bagi teman-temannya, dengan kecerdasannya, dalam tiap perkenalannya dia selalu menjelaskan namanya bahwa nama ‘Pi’ berasal dari rumus matematika dalam penghitungan lingkaran (π = 3,14).

Pi kecil, seorang anak dari pemilik kebun binatang di India, ketika usianya 12 tahun, Pi merasa kebingungan dengan keberadaan Tuhan. Dalam rangka pencarian Tuhan, Pi mempelajari dan mengikuti 3 agama yang berbeda dalam waktu yang sama, seperti Kristus, Hindu, dan Muslim.

Beranjak dewasa, ayah Pi, ingin memindahkan kebun binatangnya dari India ke Kanada, Setelah rapat keluarga saat makan malam, mereka memutuskan untuk keluar dari India. Seluruh hewan dari kebun binatang di bawa oleh ayahnya, mereka menaiki kapal kargo milik Jepang. Kapal kargo tersebut bernama Tsimsum.

Di tengah perjalanan, musibah pun datang, dalam badai yang mengerikan, kapal besar tersebut karam. Seluruh awak kapal pun menghilang bersama kapal, Pi, yang saat itu sedang diluar kamarnya, tidak mampu menolong keluarganya yang terjebak dalam kamar, berhasil menyelamatkan diri dengan naik sekoci, bukan seorang diri dalam sekoci itu, tapi bersama seekor zebra, orang utan, hyena dan harimau bengal. bersama hewan-hewan tersebut, Ia pun berjuang untuk bertahan hidup.

Hyena, zebra, dan orang utan secara bergantian mati, dan akhirnya tinggallah Pi yang terombang-ambing ditengah-tengah lautan Pasifik hampir setahun lamanya, bersama Harimau bengala. Harimau itu bernama Richard parker, berbagai kejadian demi bertahan hidup dilakukan oleh Pi, membuat rakit, kehilangan kaleng makanan cadangan, menemukan pulau aneh, hingga akhirnya terdampar di pantai Meksiko,

life-of-pi (1)

Di akhir cerita, datanglah dua orang penanya asal jepang yang mewawancarai Pi sebagai satu-satunya “penumpang yang selamat” , mereka mencari tahu penyebab tenggelamnya kapal itu. Tapi sayangnya,  cerita Pi tentang proses bertahan hidup bersama para hewan itu tidak dipercaya oleh orang jepang tersebut. Akhirnya, Pi merubah cerita tersebut bahwa ia berada di sekoci bukan bersama zebra, orang utan, hyena, dan harimau, tetapi bersama seorang pelaut Taiwan, Tukang masak, Pi, dan Ibunya.  Jika diumpamakan, pelaut Taiwan adalah si zebra, tukang masak adalah hyena, ibunda Pi adalah orang-utan betina, dan Pi adalah si harimau.

Entah cerita yang mana benar, tetapi sang novelis yang  sedang mencari inspirasi itu lebih menyukai cerita Pi bersama para hewan.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=BxY4l9kFGD0&w=560&h=315]

Selain alur cerita pi yang menarik, tampilan animasi, 3D yang disajikan sangat menarik, bahkan ada yang menyebutnya “The Next Avatar”. Animasinya luar biasa sangat memanjakan mata. Sangat disayangkan ketika hanya membaca postingan ini dan tidak menontonnya, karena keindahannya tidak bisa di ungkapkan dengan berbagai diksi kata *jiaaah*. kecanggihannya itu terbukti dengan berhasilnya meraih kategori Oscar sebagai Best Cinematography, dan Best Visual Effect. Jadi wajarlah kalau film ini masuk list Film wajib nonton. (untuk kamu yang minta diceritakan, segeralah menonton 😀)

Bulan November kemarin, film ini “hampir” terlewatkan, berkat keinginan yang kuat, seseorang yang nonton secara tidak sengaja trailernya di Bank mandiri (katanya), mengajakku untuk menyaksikan film ini. Pilihannya tidak salah, karena ternyata film ini sangat menarik, membuatku ingin menonton untuk yang kedua kalinya 😀


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Review film : Life of Pi