Makan Malam Sederhana yang Berkesan 2


Makan malam bareng, Yuk!

Setiap malam, energi sudah terkuras atas segala aktivitas. Demi kebutuhan nutrisi, makan malam selalu menjadi rutinitas harian. Tubuh masih butuh asupan, agar energi selau tersedia. Jika tidak makan malam, pasokan glukosa akan berkurang pada saat tubuh membutuhkannya untuk bekerja. Berdasarkan jam biologis tubuh ketika malam tiba beberapa organ tubuh berada dalam keadaan yang optimal. Seperti limpa dan hati yang bekerja membersihkan tubuh dari beragam racun. Hati juga akan berkerja secara biologis maupun psikologis. Di malam hari tiba, tak sedikit insan yang mendadak jadi melankolis karena memasukkan hati dalam setiap pemikirannya. Baper pun butuh energi, jadi makan malam lah  *eh

Karena setiap malam itu berat, berat atas beban kerja tubuh secara biologis maupun psikologis, Beberapa orang justru nge-skip makan malam karena penuh satu kekhawatiran : kegemukan. Padahal, agar tubuh optimal, sangat disarankan untuk makan malam. Jam makan malam yang tepat dilaksanakan sekira tiga jam sebelum tidur. Agar proses penyerapan nutrisi masih bisa dilakukan tubuh. Pun dengan jenis makanan. Makanlah secukupnya yang kaya akan protein dan karbohidrat tapi rendah lemak. Biar tidak terjadi penimbunan dan hidup menjadi sehat dan selalu bahagia.

Bukan hanya dikarenakan oleh kebutuhan biologis tubuh, makan malam juga penting karena menjadi ajang temu-temu teman yang paling baik. Setelah aktivitas kerjaan seharian, makan malam bisa jadi ajang refreshing untuk cerita beragam hal yang menarik dengan teman cerita terbaik. Dengan kawan maupun keluarga atapun pasangan, makan malam selalu menjadi hal yang menyenangkan. Beberapa makan malam ada yang menjadi sangat berkesan. Seperti yang terjadi pada makan malam saya dua tahun lalu, makan malam yang sederhana sekaligus menjadi jalan untuk kehidupan selanjutnya.

28 Nov 2016
“Tar malem kosong? Makan malam yuk~”

Sebagai orang yang selalu kosong –kala itu- saya selalu mencari kawan dalam berkegiatan, baik untuk makan bersama ataupun sekadar duduk-duduk bercerita. Dari pada makan sendirian, hening.

Kalimat yang sama saya tujukan ke beberapa teman dan menanti balasan, siapa kiranya yang juga memiliki kondisi yang sama : malam yang luang. Dua kawan merespon, Kak Ammy dan Kak Mato. Kak Ammy, kawan dekat saya yang sejak 2012 selalu berkegiatan sosial bersama di beragam komunitas, Kak Mato,  kawan –sebelum jadi suami *eh– yang seprogram YSEALI dan sama-sama baru pulang dari U.S.

Sore itu kami pun berjanjian di salah satu kafe, saya dan kak Mato tiba duluan, memesan makanan dan menanti kak Ammy. Kami cerita cerita sederhana seputar pengalaman dari YSEALI. Menghimpun cerita yang siap disampaikan pada kak Ammy. Kak Ammy juga alumni YSEALI ditahun sebelumnya. Rencana pertemuan makan malam ini pun hanya untuk berbagi pengalaman. Kak Ammy dan Kak Mato dua lingkaran pertemanan saya yang berbeda. Jadi mereka belum kenal sebelumnya, pada malam itupun mereka saling berkenalan.

Kak Ammy tiba sekira setelah Maghrib, memesan makanan lalu turut serta dalam pembicaraan. Saya lupa, makan malam apa hari itu, yang saya ingat, kami pulang dalam keadaan kenyang dan bersemangat.

Makan malam kami cukup sederhana, bertemu dan saling menyapa, lalu bercerita banyak tentang kehidupan. Topik malam itu pun sangat random. Bercerita tentang pengalaman intern di U.S, tentang kepemudaan, komunitas, kerelawanan, cerita personal hingga pada kondisi pendidikan Indonesia.

Dari pembicaraan tersebut, tiba-tiba nampak satu garis merah antara kami bertiga. Kegelisahan akan pendidikan.

Kira-kira apa yang bisa kita lakukan?”

Saya lupa, siapa di antara kami bertiga yang melontarkan pertanyaan ini. Pembicaraan sederhana itu pun berubah menjadi sebuah rencana. Rencana tentang beragam kemungkinan yang dapat kami lakukan bersama. Tiba-tiba saja kami riset melihat-lihat kondisi pendidikan di Sulawesi Selatan, melihat angka-angka, melihat beragam data. Kami juga  melihat kemungkinan dan kemampuan yang dapat kami lakukan, jika kami benar-benar berkegiatan.

“Buat sekolahan yuk!”

Pun dengan kalimat ini, saya lupa siapa diantara kami bertiga yang melontarkan pernyataan ini. Mata kami menjadi berbinar, pembicaraan berubah topik menjadi sebuah rencana yang dapat kami aplikasikan. Satu persatu memberikan tanggapan. Ternyata secara personal setiap diri dari kami memiliki mimpi yang sama, membuat suatu sekolah. Sekolah apapun itu.

Kami meriset data statistik kondisi pendidikan di Sulawesi Selatan, melihat beberapa daerah dangan kondisi pendidikan dibawah rata-rata. Kami juga membicarakan singkat kemampuan dalam bergerak, mengingat kerjaan dan kehidupan. Hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pembahasan pada makan malam selanjutnya.

Malam itu, seperti ada yang dibangunkan dari dalam diri. Sebuah energi untuk mewujudkan mimpi. Sebuah rencana untuk berkolaborasi. Makan malam telah usai, piring kami telah bersih, dan waktu malam sudah habis. Makan malam ini seperti pertemuan yang telah direncanakan Tuhan. Dari satu makan malam kami berlanjut menuju makan malam lainnya, hingga melahirkan sebuah sekolah.

Sekolah alternatif yang masih merangkak dan belajar banyak hal. Sekolah yang bergerak di kepulauan nusantara, Sekolah yang bentukannya tidak seperti sekolah pada umumnya. Sekolah yang penuh dengan bersenang-senang. Sekolah yang kami sebut dengan nama The Floating School.

Berawal dari makan malam yang sederhana hingga menjalankan program bersama. Belakangan saya bertanya-tanya, bagaimana seandainya kami tidak bertemu dan makan malam kala itu? Mungkin cerita kehidupan kami akan berbeda yang terjadi.

Makan malam bersama

Kak Mato, Kak Ammy, dan Saya pada makan malam sederhana yang kesekian seraya membicarakan beragam hal-hal yang dapat kami lakukan.

 

Jadi, Jangan sia-siakan ajakan makan malam, siapa tahu akan lahir sebuah gerakan.
Selamat dua tahun The Floating School!
Mari makan malam bersama 🙂


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Makan Malam Sederhana yang Berkesan

  • Amdy

    Nunu terkasihku,

    You’ve never failed to impress me (and of course others too). I’m super proud of you. Tetap berkarya dan bersinar. Ingin ku kirim pesan, “tar malam kosong? makan yuk!” tapi, tapi, kejauhan kayaknya kalau harus ketemuan di MTOS, Perdos atau Pettarani yaa..

    XX

    • Nunu Asrul Post author

      duh Amdy terkasihku yang jauh di sana,
      Thank youuu always be my best supporting system dear,
      inginku duduk cantik lagi di dunkin mtos sambil cerita kehidupan,
      Ah … Waktu cepak kali yaa

      Banyak pembahasan yaaa yang terekam di dunkin, 🙂
      Love !