#BatuSekam : Andi Nasser Otto, Lelaki yang punya banyak kata.


“Sejak pulang dari Kahayya jadi gampang lapar, entah terbawa jadwal makan disana atau berdosa sama ketua Antebas”

Sebuah kalimat lewat di timeline twitter, dari akun bernama @matamatahari_ . Biasanya akun ini menulis kalimat-kalimat puitis dengan berbagai pilihan diksi kata.  Yang dapat menyetuh hati siapapun, yang dapat mewakili perasaan siapapun. Mungkin itu sebabnya diluar sana banyak yang mengikuti akun tersebut. Beberapa mengakui ngefans dengan kicauannya itu. Tapi tweet yang saya kutip, bukanlah gabungan kata-kata sastra. Ini tentang si pemilik akun yang menyebutkan ‘ketua Antebas’ – jangan tanyakan apa itu Antebas, jangan googling, karena artinya tidak akan ditemukan dalam seluruh arsip yang terdapat di dunia maya-. Andi Nasser Otto, lelaki tinggi kurus yang pertama kali menyebutkan kata Antebas. Kata yang jadi julukan dari teman-teman sekitar. Kata yang membuat teman hidupku selalu puas tertawa terbahak. Kata yang menunjukkan keraguan besar ketika saya mengatakan dengan keyakinan penuh bahwa saya sudah kenyang. Gara-gara Om Na’ !

Om Na’, saya memanggilnya dengan Om Na’, untuk membedakan teman wanitaku yang selalu saya peluk, Kak Nana. Rumah dunia mayanya baru lahir bulan Agustus ini matamatahari.com . Tapi sebelumnya, berbagai tulisan menghiasi halamannya di tumblr. Ciri khas Om Na’ tulisan dengan beragam diksi kata yang membuat cerita itu hidup. Selalu punya banyak kata. Baca saja Kulacino, Seperti sedang di dongengkan. Seperti orangnya sedang berbicara didepan mata.

Matamatahari.com masih baru, kumpulan tulisannya belum rapi dibagi perkategori, hal ini membuat sulit untuk memilah tulisan tersebut termasuk jenis tulisan apa. Mungkin bisa dirapikan agar pembaca bisa stalking lebih mudah *eh.

Tentang tulisan yang penuh kalimat sastra, terkadang kata-katanya terlalu tinggi hingga sulit dipahami. Tapi satu kelebihan Om Na’, dia mampu membuat cerita yang membuat pembacanya menyelesaikan bacaannya hingga akhir. Membuat cerita sehingga terbawa dalam cerita tersebut. Baca saja tugas Kelas Menulis dari Kelas kepo, tentang merangkai kata. Sebuah Dongeng dari Tugas Menyambung Kata. Dari 14 kata jadilah sebuah dongeng klasik yang siap diceritakan nanti.  Bukan hanya via tulisan. Om Na’ dengan bahasa halus selalu menyampaikan pendapat dengan sopan. Mungkin ini yang membuat lelakiku selalu mencari Om Na’ untuk berdiskusi atau sekadar bermain domino sambil bercerita. Mereka memang selalu ada bahan untuk cerita.

Saya kenal Om Na’ sejak tahun lalu, kenal di PKM 2014. Sebuah agenda yang mempertemukan peggiat komunitas yang ada di Makassar. Kala itu saya dijebak menjadi moderator untuk sharing sederhana tentang perjalanan. Dia sebagai penyaji dari komunitas Pajappa, komunitas jalan-jalan. Sebagai orang yang senang ke gunung, dia banyak bercerita tentang ke alam. Salah satu kisahnya dia abadikan dalam cerita bersambung Gunung dan Kawanku yang sudah bagian ke dua puluh satu. Dengan kesenangannya pada alam, sebaiknya Om Na’ menulis perihal pendakian atau tentang kehidupan di gunung. Hal ini baik untuk para traveller baru yang ke gunung untuk mengikuti trend, agar menjadi anak kekinian. Bukan satu dua kali Om Na’ terjun ke alam. Dalam perjalanan ramai-ramai, ia selalu menjadi yang paling belakang. Sebagai orang yang memastikan kelompok aman-aman saja. Dengan pengetahuan yang berlebih seputar perjalanan ke alam, akan bagus diceritakan dengan bahasanya Om Na’.

Om Na’ khas dengan tulisannya. Sebagaian besar tulisannya tentang fiksi, dongeng, atau fakta yang difiksikan. Dalam suatu pertemuan kelas menulis dia pernah menyampaikan ingin menulis novel yang tak kunjung selesai. Selalu berhenti ditengah jalan. Semoga suatu saat nanti bisa terwujud.

 

Tulisan ini merupakan tulisan review dengan teman sekelas  #BatuSekam (Baku Tulis Senin Kamis)


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *