PKM 2015, Mengalihkan duniaku. 3


Euforia Pesta Komunitas Makassar masih terasa, (baca PKM 2015, Bukan Pesta Biasa) , Setelah IG (komunitasmks) ramai #Pkm2015, Twitter (@Komunitasmks) yang 2 kali menjadi trending topic, beberapa video-video PKM 2015 beredar di youtube, dan grup Komunitas Makassar di Line semakin ribut dalam waktu 24 jam. Terlihat keakraban panitia pelaksana PKM 2015. Sudah lewat 10 hari dari PKM2015 kemarin, tapi semakin banyak cerita yang tersurat dan tersirat antara mereka. Semoga salah satu dari segala candaan permodusan diantare mereka akan menjadi nyata 😀

Teringat 3 bulan lalu, sejak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar menyatakan kesediaannya  menjadi sponsor utama dalam PKM 2015. Kesuksesan PKM2014 berhasil dilirik beberapa pihak. Setelah mendapatkan kabar gembira itu, Kak Rama, Selaku ketua PKM2014 mengumpulkan peggiat komunitas Makassar untuk menentukan panitia Inti PKM2015.

Dalam rapat pembentukan itu, saya tidak hadir, karena ada urusan keluarga yang lebih penting. Memantau melalui grup line Komunitas Makassar, saya dipercaya menjadi tukang mencatat (baca: sekretaris) untuk PKM 2015 ini.  Kak Ari, yang memang sejak pertama bertemu sy mengenalinya sebagai  KPK (Komunitas Pecinta Komunitas), aktif dalam berbagai kegiatan komunitas, menjadi Ketua Panitia PKM 2015. Tari dari Komunitas Pecinta Anak Jalanan siap menjadi Bendahara. Dan Rama dari Blogger Anging Mammiri sebagai kepala suku Divisi Perlengkapan atau lebih dikenal Helm Besi, Hanya 3 orang itu yang saya kenali dikepanitiaan inti, Selebihnya Kordiv Acara Randy dari Makassar Runners (Saya termasuk salah satu orang yang mengira Makassar Runners adalah komunitas olahraga lari-lari, ternyata salah. Haha) Gama dari Makassar Berbagi sebagai Kordiv Humas, Tami dari Makassar Berkebun sebagai Kordiv Dana dan Fundrising, Fanda dari Komunitas Pecinta Iguana sebagai kordiv Pubdok, dan Iin dari Komunitas Earth Hour sebagai Kordiv Konsumsi.  Mereka berasal dari komunitas yang berbeda, dan saya baru mengenali mereka melalui PKM 2015 ini.

Pernah membayangkan event besar yang dihadiri ribuan orang itu BUKAN diadakan oleh EVENT ORGANIZER ? Yah itulah Hebatnya PKM 2015.  Kegiatan yang dilaksanakan oleh orang-orang yang baru saling mengenal 🙂

Begitu banyak cerita di balik layar megahnya PKM 2015. Berbagai masalah persiapan terjadi selama 3 bulan ini. Mulai dari penentuan tempat. Lebih dua minggu kami mencari solusi terbaik. Masalah terjadi ketika dua surat penggunaakn tempat di waktu yang sama untuk dua event besar masuk dan keduanya disetujui oleh pihak Benteng Rotterdam. Event tidak akan terlaksana jika keduanya tidak mencapai kesepakatan. Masalah yang dianggap kecil tapi fatal. Disitu saya merasa pentingnya administrasi. Surat yang kami ajukan sesuai dengan jadwal kosong yang tertera di Papan Kantor Benteng Rotterdam. Menyatakan bahwa tidak ada agenda yang dalam tanggal tersebut. Setelah masuk, ternyata event yang lain juga mengklaim bahwa mereka menggunakan tempat dihari itu. Entah siapa yang salah karena event tersebut belum ditulis dalam Papan kantor. Mungkin kelalaian dari pihak penulis papan, kata mereka. Keduanya event baik dan besar, kedua belah pihak bertemu berkali-kali mencari kesepakatan agar keduanya tetap jalan. Alhasil keduanya jalan dengan catatan waktu Loading PKM 2015 adalah jam 00.00 di tanggal 6 juni,  tepat setelah event mereka berakhir. Helm besi (Divisi Perlengkapan) tidak ada punya pilihan lain. Mengandalkan doa dan tenaga semoga dalam satu malam dapat membangun lebih 30 tenda, panggung, soundsystem dan properti lainnya terpasang sebelum jam 10 Pagi.  Helm besi bukan sekedar nama. Mereka yang terdiri belasan orang dari berbagai komunitas yang benar-benar Pasukan Besi. Sejak tiga minggu terakhir menjelang PKM 2015, mereka sudah disibukkan dengan membuat segala property PKM. Memotong-motong triples, memasang 80 lebih instalasi lampu untuk semua booth, dan berbagai urusan kerja pertukangan dilakukan setiap hari jam 1 siang hingga tengah malam di Sekretariat PKM 2015. Kalian Hebat!

20150518 1434006606975 Helm besi dalam membuat salah satu properti PKM 2015

 

Tentang Kepanitiaan, yang terdata di saya (sebagai tukang mencatat) ada 167 orang dari berbagai komunitas. Wajar saja jika banyak nama, karena setiap komunitas yang ingin berpartisipasi diwajibkan mengutus perwakilannya 1 atau 2 orang untuk tergabung dalam kepanitiaan. 1 orang masuk ke divisi acara, yang lainnya masuk ke divisi lainnya. Kami baru dipertemukan dengan para panitia PKM 2015 dalam rapat besar. Nama dan wajah belum dikenali, apalagi karakter dari mereka. Beberapa nama saja saya selalu tertukar, Randy–Albar, Albar-Randy, atau Tami –Tari , Tari-Tami.  Tidak ada yang saling mengenal dekat sebelumnya, semuanya satu nama panggilan : “Kak”.  Kami semua baru bertemu, dan langsung menyusun kegiatan besar.  Untuk mengakrabkan panitia, maka 4 pekan sebelum hari H, kami mengadakan Piknik Komunitas, agendanya sederhana, main-main games dan makan-makan cemilan. tapi tujuannya sangat besar, mencairkan suasana dan mengakrabkan panitia yang sebelumnya hanya tahu nama. Supaya tidak tertukar jika memanggil nama 😀

Permasalahan klasik dalam kepanitiaan, dari 167 nama dikepanitiaan, hanyalah 40-50 orang yang betul-betul ada jiwa dan raganya. Wajar saja, dalam kepanitiaan yang sudah saling mengenal, biasa terjadi permasalahan seperti itu. Apalagi kepanitiaan PKM 2015 yang BARU saling mengenal. Dua tugas moral yang tergabung dalam kepanitian, berusaha pedekate, mengerti karakter panitia yang baru dikenalinya dan merendahkan ego masing-masing demi suksesnya PKM 2015.

Rapat besar selalu dilakukan untuk mempertemukan semua panitia. Di awal rapat kami selalu menggunakan Kafe baca adhyaksa. Hingga rapat besar ketiga, Kafe baca tersebut sudah tidak dapat menampung perwakilan-perwakilan komunitas. Rapat berikutnya kami lakukan di Kedai pojok Adhyaksa. Setiap rapat selalu hadir 70-80 peserta, mendekati PKM semakin banyak perwakilan yang hadir. Hingga rapat ketujuh Kedai Pojok sudah sulit digunakan untuk rapat. Tempat tidak cukup. Setelah rapat ketujuh tersebut,  Interaksi akan lebih sering di rapat-rapat perdivisi dan latihan-latihan acara. Konsep sudah fix, sisa eksekusi persiapan. Dua pekan menjelang PKM 2015, tiap hari dari jam 1 siang hingga jam 1 malam, panitia berkumpul di sekretariat merapatkan segala persiapan PKM 2015.


1430057027490

PhotoGrid_1433342291545

1433464408205Rapat persiapan PKM 2015

Talent-talent PKM pun latihan hampir tiap hari. Mereka gabungan dari berbagai komunitas, dan akan tampil dalam 1 aksi. Mereka benar-benar meluangkan waktu untuk latihan di salah satu rumah yang menjadi studio untuk latihan acara. Beberapa panitia ada yang curhat sama saya, mereka rela pulang malam demi PKM ini, tempat tinggal mereka dari segala penjuru kota Makassar, dan di malam hari masih rawan terjadi pembegalan. Tetapi mereka wanita-wanita tangguh berani pulang malam. Panitia, Kalian Luar Biasa!

Keberadaan Steering Committee benar-benar melancarkan acara ini. Mereka terjun langsung disisi panitia. Menemani helm besi bertemu Vendor, mendampingi divisi acara dengan penuh kesabaran. Membimbing langsung admin-admin sosial media. Bahkan salah satu SC menjelang pernikahannya masih sempat mengurusi sponsor untuk tempat technical meeting komunitas dan Ukm. Layout PKM pun langsung dibuat oleh salah satu tim kreatif dari mereka. Menjadikan area PKM 2015 tampak indah. Pandangan menyeluruh tentang PKM 2015 menjadikan alarm untuk panitia yang siap mengeksekusi segala kekurangan persiapan PKM 2015. Kedispilinannya, ketegasannya, dan ide-ide kreatifnya membuat PKM 2015 menjadi nampak luar biasa. Salam hormat untuk para SC, Terima kasih tak terhingga!

Kesalahan dan ke-gagalfokus-an kerap terjadi. Kekesalan dan kegemasan menjadi bumbu dalam persiapan pkm 2015. Beberapa panitia sudah menjadikan santapan harian atas komplain komunitas yang tidak mendapatkan booth dikarenakan kurang aktifnya dalam kepanitiaan. Masih ada beberapa komunitas yang bikin gemas, ini acara bersama, bukan milik satu atau dua komunitas, tapi mereka bertindak seolah tamu dalam acara ini. Lebih 130 komunitas loh yang diurusi, dalam waktu 3 bulan oleh orang-orang yang bukan Event Organizer. Terlihat besar tantangan panitia menyusun acara ini.Sekali lagi apresiasi setinggi-tingginya untuk kalian, Para Panitia 🙂

Kesalahpahaman dengan Pihak Rotterdam mengenai layout PKM di H-2, beberapa area diubah dikarenakan miss komunikasi dengan pihak benteng Rotterdam. Sempat membuat gemas tingkat dewa, karena panitia harus mengukur untuk kedua kalinya di waktu yang sangat mepet tersebut. Bukan hanya dengan area layout. Masalah listrik juga menjadikan acara yang seharusnya berlangsung jam 10 pagi menjadi jam 12 siang. Cukuplah membuat pusing tim kreatif dan helm besi. Haha 😀

Belum lagi pertemuan dengan dinas pariwisata dan ekonomi kreatif di detik-detik terakhir. Pihak dinas meminta memajukan Opening Ceremonial dari jam 19.30 Wita menjadi jam 17.00 wita. Setelah lama bernegosiasi, akhirnya diambil waktu ditengah-tengah 18.30. Hal ini cukup membuat divisi acara kalang kabut. Opening Ceremonial diisi oleh ratusan orang pengisi acara dari berbagai komunitas. Opening Ceremonial dibuat seolah synopsis buku yang menampilkan secara singkat seluruh pengisi Malam Panggung Komunitas. Dan bertambahlah tugas divisi acara dengan bimbingan dari dosen mereka, Kak acil untuk mengkoordinasi lagi pengisi acara Malam Panggung Komunitas.

Suara-suara sumbang juga terdengar yang sempat menciutkan para panitia. PKM sekedar Hura-hura belaka, Semakin tinggi pohon semakin besar anginnya bukan. Mereka tidak melihat “progress before and after” PKM 2015. PKM 2015 adalah awal pertemuan seluruh komunitas. tempat saling mengenalkan komunitas masing-masing, yang kemudian akan terjain silaturahim antar komunitas. setelah PKM ini, akan nampak kolaborasi-kolaborasi kegiatan positif antar komunitas Makassar.
Secara pribadi,banyak pengalaman menarik dalam persiapan PKM 2015 ini.
Salah satu panitia bertanya kepada saya :
“Kak nunu kuliah jurusan apa?”
“ Fisiologi Manusia- Biomedik – Magister Kedokteran Unhas.”
“Beneran?”
“Iya”
“kok bisa meluangkan waktu mengurus PKM? Apa tidak sibuk kuliah?”

Saya hanya tertawa, bukan saya saja yang punya aktifitas padat di luar PKM dan masih meluangkan waktu demi lancarnya PKM ini. Ujian kampus yang menggila disela-sela PKM, dan urusan project pribadi demi sesuap nasi. Quality time dengan teman hiduppun berkurang. Karena PKM 2015 menjadi nomer 1,  Untung saja doi orang yang penuh pengertian dan sangat support segala kegiatan positif, terkadang doi ikut disibukkan juga dengan segala urusan sana sini. Kadang dia gemes sendiri melihat panitia yang total demi PKM 2015. Yah PKM bukan sekedar pesta biasa. Kalau bukan kita ? siapa lagi 🙂 (terima kasih atas pengertiannya).

Mobil sudah seperti gudang. Kumpulan merchandise, peralatan games PKM 2015, berkas-berkas  PKM dan buku-buku bahan kuliah jadi satu, printer pun selalu sedia dimobil, dimanapun dibutuhkan, langsung cari tempat print. (terima kasih kak veb sudah meminjamkan printernya untuk PKM haha).

Sudah jadi rutinitias saya pagi ke kampus, siang ke sekretariat, sesekali cari warkop terdekat untuk belajar. Sore baru ke secretariat PKM 2015. Malam jam 12 atau 1 tiba dirumah, lanjut merangkum mata kuliah demi menjawab dengan lancar ujian yang mengerikan dari kampus.. Terkadang tidur dua jam –tiga jam dan lanjut lagi beraktifitas. Waktu tidur saja kurang, apa lagi waktu untuk mencuci mobil. Mobil ku pun berubah warna, dari hitam menjadi abu-abu. Haha

Ah Yahh.. satu hal yang paling berkesan buat saya. Adik dan kakak saya mendukung penuh PKM 2015 ini, si adik sibuk menghias Booth komunitas Sahabat Indonesia berbagi, dan di hari kedua PKM 2015, tiba-tiba kakak kandung menelpon dan ternyata bolos koas untuk melihat PKM 2015 ini. Disela-sela koasnya dia menyempatkan datang ke Benteng Rotterdam, alhasil kami punya foto bertiga (yang sangat jarang terjadi) di Pesta Komunitas Makassar.

 

IMG_0157 Foto bersaudara yang cukup langka 😀

 

Terima kasih para sponsor yang memberikan dukungan atas terlaksananya PKM 2015, terima kasih Media yang turut memperkenalkan kepada dunia keberadaan PKM 2015. Tujuan kami untuk menunjukkan Kota Makassar sarat akan komunitas Kreatif akan tercapai. Terima kasih pengisi acara yang sudah tampil masksimal menghibur para pengunjung PKM 2015. Terima Kasih para pengunjung yang sudah memadati Benteng Rotterdam dan memberikan shock terapi kepada Pihak Keamanan Benteng Rotterdam. Terima kasih kepada SC yang sudah terjun langsung dalam mendampingi panitia. Terima Kasih kepada Panitia yang baru kami kenal 3 bulan belakangan ini, yang rela meluangkan waktu dan tenaganya, bahkan tidak sedikit yang menipis dompetnya akibat PKM 2015 ini. Kalian Hebat ! Kalian Luar Biasa ! Kalian mencetak sejarah, mengumpulkan 130 komunitas lebih dalam Pesta Komunitas Makassar 2015. Kalian Keren!

Salam Sinergi Harmoni Aksi !


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 thoughts on “PKM 2015, Mengalihkan duniaku.