#FF [8] : Seseorang sepertimu itu.


Nak… bagaimaina kabarmu? bagaimana kabarnya? ” Semenjak hari itu, semenjak ibuk melihat fotonya, semenjak ibuk mengetahui segala tentang dirimu. Semakin bahagia dan semakin seringlah ibuk menelponku hanya untuk membicarakanmu.

buk. Aku baik-baik saja, Dia juga baik baik saja. Kami masih biasa bercerita kok.. Kami ..” aku terdiam. tak tega 6rasanya melanjutkan pembicaraan, mengatakan sebenarnya, bahwa kami tidak lebih dari teman biasa, bahwa hubungan pertemanan kami malah mulai merenggang, dikarenakan kesibukan.

Aku telah lama hidup jauh dari ibuk. demi pendidikan yang ku tempuh. Meninggalkan mereka di kampung halaman adalah salah satu hal yang harus dikorbankan. Kami memang jauh, tapi komunikasi tidak pernah terputus. Apalagi semenjak hari itu, semenjak hari dimana ibuk begitu bahagia dan semangat untuk lebih mengetahui kabar salah satu temanku. Sungguh moment langka ini sayang untuk ku tepiskan. Tak pernah ku dengar suara ibuk begitu bahagia membicarakan hal ini. Tentang orang ini, Yaaah. Tentang kamu…

Ah.. Kamu.. Kamu itu lelaki terbaik yang pernah ku temui. Kamu itu salah satu temanku, Ibuk, yang hanya satu kali melihat fotomu melalui sosial media, begitu jatuh cinta kepadamu. Berharap bisa menjadi bagian keluarga kami. Suara hati seorang ibu sangat kuat. Sangat kuat ingin memberikan yang terbaik untuk kami, anaknya. Termasuk suara hati tentang aku dan kamu itu.

Aku diam. Rasa dilematis selalu muncul dalam hati. Disatu sisi aku hanyalah seorang yang biasa dimatamu, terkadang malah merasa kurang pantas untuk dirimu yang sangat baik itu. Profesimu, itu… profesimu adalah cita-cita kecilku dulu. Begitu sempurna ciptaan tuhan. Dan kesempurnaan itu ku temukan dalam dirimu. Ah. sepertinya aku mulai mengagumimu. Mungkin demikianlah juga dilihat oleh ibuk. Sisi inilah yang membuatku rendah diri, merasa bukan siapa-siapa, merasa tidak pantas untukmu dan ingin menyerah seketika sebelum memulai. Tapi disisi lain, Aku tak ingin mengecewakan ibuk. Kebahagiaan ibuk adalah impian besarku. Tapi bagaimana caranya? Mungkinkah? 

Kamu sangatlah baik. Lelaki  yang baik, untuk wanita yang baik-baik. Ah.. perbaiki diri saja terus, berbuat baik saja terus. Setiap cerita ada akhir. Dan cerita ini pasti akan ada akhirnya. 

Nak.. ibuk kemarin umroh, semoga do’a Ibuk dijabah Allah. Ibuk suka sekali lihat orangnya, auranya terlihat. begitu baik dan begitu sabar.. Ah semoga saja kalian berjodoh

Satu-satunya orang yang dapat mengambil hati ibuku, bahkan sebelum bertemu, adalah seseorang sepertimu itu. Diam-diam, ku aminkan do’a ibuk.

Tema kedua : “Someone Like You” 

tulisan ini ikut [#Flash fiction 2in 1 ] @nulisbuku.com


About Nunu Asrul

Dream Catcher | Pengamat Purnama & Bintang | Pengumpul Buku & Mainan | Penikmat Ice cream | Pengisi Blog | Penjelajah Alam | Biomedic-Physiologist |Mastoideus | @SigiMks | Soulmaks Creative | 1000Guru Makassar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *