cerpen


#FF [18] : Minta Maaflah ! 2

Apa yang harus aku lakukan? Meminta maaf? Tapi sepertinya gengsiku lebih besar dari pada itu. Jam digital sudah menunjukkan angka 23.14, sudah di kasur berselimut dan sudah ada boneka yang jadi guling diantara kedua kaki. Salah satu kebiasaan mau tidur, harus ada banyak bantal atau boneka disekitar.¬† 3 atau 4 […]


#FF [16] : Rahasia Sarah 6

Terdapat peraturan tak tertulis di kota ini. Seorang wanita harus menunggu lelaki yang akan menjadi teman hidupnya. Bagaimana jika wanita tersebut menempatkan hatinya lebih dulu pada seorang laki-laki? Menunggulah. Bagaimana jika lelaki tersebut tidak menyadarinya? Berilah semacam kode. Bagaimana jika kode tersebut tidak terbaca? Kirimlah kode berikutnya. Jika masih saja […]


#FF [15] : 63.244.800 Detik 4

Sejak hari itu, sudah 63.244.800 detik ku lewati, tanpa kabarmu. Kamu yang perlahan menghilang dari berbagai jejak. Bukan hanya di dunia nyata, akun- akun mu pun demikian, tak ada lagi ceritamu yang menarik perhatianku. Kamu yang selalu tiba-tiba, 63.244.800 detik sebelumnya pun begitu. Kamu yang muncul seketika, tepat depan rumahku. […]


#FF [13] : Perang antara kita 2

Kamu bergolongan darah O, dan aku bergolongan darah B. Wajar saja kita selalu berkelahi, tapi entah kenapa, aku sangat menyukai pertengkaran kita. Beradu pendapat dan tidak ada yang mau kalah. Sebuah kebahagiaan tersendiri akan muncul ketika kamu kalah. Akupun tertawa. Begitu juga denganmu. Kita selalu tidak sependapat. Kamu tahu hal […]


#FF [12] : Maaf, Aku terlambat.

” Triing” Ponselku bergetar. Dan aku terhenyak ¬†lima detik. Namamu muncul dalam sebuah permintaan berteman dalam suatu sosial media. Sudah cukup lama aku tidak mendengar kabarmu. Kamu tahu? Aku (masih) menunggumu. Lima detik kemudian, aku menerima pertemananmu dan satu kata dalam statusmu yang membuatku seperti tersengat petir. “Hometown”. “Kamu di […]


#FF [11] : Seminggu lagi. 2

“Aku mau ke rumah mu sekarang. kamu keluar hari ini?” Yah seperti biasa. Ketika terjadi sesuatu aku akan mencarinya. Meski tahu tidak selalu menemukan solusi, tapi bercerita dengannya dapat membuatku tenang. “Ya. Datang saja… Aku akan menunggumu ” singkat. Telepon ku tutup dan aku segera bergegas. “Kamu kenapa?” “Tidak. Sepertinya […]